Kemarin sudah kita bahas mengenai permodelan data menggunakan Entity Relationship Model. Dimana dalam Model E-R ini data direpresentasikan dalam bentuk diagram yang terdiri dari entitas-entitas. Entitas-entitas tersebut memiliki atribut yang berisi nilai-nilai tertentu dan seringkali sebuah entitas saling terkait antara yang satu dengan yang lainnya.Walaupun Model E-R sudah termasuk efisien dalam memodelkan data, bukan berarti kita tidak perlu mempelajari metode permodelan data yang lain, misalnya Relational Data Model. Relational Data Model atau Model Relasional juga termasuk model data yang banyak digunakan selain Model E-R. Lalu apa sih bedanya dengan Model E-R? Nah, untuk lebih jelasnya silakan baca terus postingan ini.
Sebelum kita dapat membangun sebuah database, pertama kali yang kita lakukan adalah merancang struktur basis data tersebut. Jika basis data yang kita buat tidak dirancang secara benar, maka data yang kita miliki akan kacau, sehingga kita pun akan kesulitan dalam mengelolanya.
Dalam kehidupan kita sehari-hari banyak sekali aliran data yang terjadi di sekitar kita. Pada sebuah perusahaan misalnya, ada banyak sekali data yang harus dikelola dalam perusahaan tersebut, mulai dari data pegawai, produksi, pemasaran, dan lain-lain. Oleh karenanya suatu perusahaan harus pintar-pintar dalam memilih metode untuk mengelola data, sehingga perusahaan tersebut tidak kewalahan dalam mengelola data yang begitu banyak.